Sunday, June 16, 2019

Memilih biji kopi yang baik

                                         

          TIPS MEMILIH BIJI KOPI BERKUALITAS


     Setiap pecinta kopi mempunyai selera masing-masing dalam menikmati kopi. Tetapi, apapun jenis kopinya, dan bagaimanapun cara penyajiannya sudah wajib hukumnya untuk dapat menikmati biji kopi yang berkualitas. Kopi dapat dikatakan berkualitas jika semua proses dilakukan dengan benar tanpa adanya kesalahan, mulai dari penanaman bibit hingga proses penyajian.
Namun, bagi sebagian orang mungkin tidak tahu bagaimana cara memilih biji kopi yang berkualitas, Sebelum anda membeli biji kopi ada baiknya anda membaca ulasan ini terlebih dahulu, berikut cara memilih biji kopi yang baik:
  1. Melihat / Memeriksa Tanggal Sangrai. 
Langkah pertama saat anda membeli biji kopi adalah pastikan bahwa anda harus mengetahui kapan biji kopi tersebut disangrai. Hal ini sangat penting untuk memastikan anda mendapatkan kopi yang masih segar atau fresh. Jika anda mendapatkan kopi yang masih fresh, maka kualitas kopi tersebut biasanya juga sangat baik.
  1. Mencium Aroma Biji Kopi
Selanjutnya, anda dapat mencium aroma biji kopi nusantara atau kopi lain yang anda beli dari penjual kopi. Dengan cara ini, anda dapat mengetahui apakah biji kopi tersebut memiliki kualitas yang baik atau biasa-biasa saja. Jika biji kopi memiliki aroma yang tebal, maka kualitasnya pun sudah dapat dipastikan baik. Namun, jika biji kopi tidak tercium wanginya, maka kualitasnya pun meragukan.
  1. Membeli dalam Jumlah Sedikit Terlebih Dahulu
Jika anda menemukan jenis kopi baru yang baru pertama kali anda temui, maka sebelum membeli dalam jumlah banyak, ada baiknya anda membeli dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Jika anda sudah merasa cocok dengan bji kopi nusantara tersebut, maka anda dapat membeli dalam jumlah banyak atau sesuai dengan yang anda inginkan.
  1. Pahami Kualitas Biji Kopi
Untuk dapat dengan mudah menentukan atau mengetahui kualitas kopi nusantara, maka akan lebih baik jika anda mencari banyak referensi mengenai kualitas sebuah kopi. Selain itu, anda dapat pula mencari banyak rekomendasi dari beberapa teman yang telah mencoba sebuah kopi atau mengenai rekomendasi agen kopi terbaik. Anda juga dapat memperoleh informasi dan rekomendasi dari beberapa forum diskusi pecinta kopi online serta mencari referensi dari para ahli kopi yang telah berpengalaman.
  1. Lakukan Eksperimen dengan Biji Kopi Lain
Meskipun anda telah mencoba dan merasa cocok dengan salah satu jenis kopi nusantara tertentu, ada baiknya dan sangat disarankan untuk tetap bereksperimen dengan cara mencoba biji kopi dengan jenis yang berbeda. Mengapa? Selain dapat menambah pengetahuan anda, hal ini juga akan membuat anda lebih peka untuk dapat membedakan mana kopi yang memiliki kualitas baik dan mana biji kopi yang memiliki kualitas biasa saja. Untuk dapat mengetahui biji kopi berkualitas bagus yang anda beli dari agen kopi, maka seduhlah kopi tersebut tanpa menggunakan gula atau pemanis lainnya.

Wednesday, June 12, 2019

Alat pengolahan kopi

Mengenal jenis mesin kopi dan fungsinya



1.Alat manual pengupas kulit kopi basah – pulper kopi manual

Spesifikasi : Bahan corong:plate eyser besi t:1.2mm Bahan rangka:besi cor Size (pxlxt) : 40 x 30 x 57 cm Capacity : 125 kg/hour Engine : manual engkol Pulley pemutar:dia pulley 8” hancuran 1 jlr

2.Mesin pengupas kulit kopi basah – pulper kopi

Spesifikasi : Fungsi mesin:untuk mengupas kulit luar biji kopi merah Dimensi keseluruhan (pxlxt) : 670 x 400 x 1310 mm Bahan rangka :UNP besi 50 x 38 mm full Bahan body:plate eyser besi t:1,2 mm V-belt :type A-79 mitsubisi Motor penggerak : honda GX -160 (5.5 HP) Corong pemasukan (pxlxt) : 400x310x225mm Silinder pengupas : Ф 200 mm, P : 275 mm Corong pengeluaran (Outlet) biji kopi (pxlxt) : 400x285x140 mm Corong pengeluaran (Outlet) kulit kopi (pxl) : 240×105 mm Kapasitas masukan : 264.70 kg/jam Kapasitas keluaran : 174 kg/jam TEST REPORT NUMBER : 521.31/01/PLT/Mektan/MPKB/2015 ISO : 14001 : 2004, 18001 : 2007, 9001 : 2008

3.Mesin Pengupas Kulit Kopi Basah

Spesifikasi : Fungsi mesin:Untuk mengupas kulit luar biji kopi merah Dimensi keseluruhan (pxlxt) :120 x 58 x 135 cm Bahan rangka:UNP besi 50 x 38 mm Full Bahan body:plate eyser besi t:1,2 mm full Pulley pemutar mesin:pulley type A 1 jlr dia 8” dan 2,5” V-belt:type A-80 mitsubisi Memiliki roda:roda arco ø10” Handle tangan :terbuat dari karet dia 1/2” Motor penggerak : honda GX 160 (5.5 HP) Corong pemasukan (pxlxt) : 400x310x225mm Silinder pengupas : 200 mm, P : 275 mm Corong pengeluaran (outlet) biji kopi (pxlxt) : 400x285x140 mm Corong pengeluaran (outlet) kulit kopi (pxl) : 240×105 mm Kapasitas masukan : 260 kg/jam Kapasitas keluaran : 170 kg/jam

4.Mesin Pengupas Kulit Kopi Basah Besar

Fungsi mesin:Untuk mengupas kulit luar biji kopi merah Spesifikasi: Bahan rangka:siku besi 50 x 50 mm full Bahan body:plate eyser besi t:2mm Pulley pemutar mesin:pulley hancuran type A 1 jlr dia 8” Pulley pemutar diesel:pulley type B 2 jlr dia 3” V-belt :Type A- 79 mitsubosi Dimensi keseluruhan (pxlxt) : 1150 x 995 x 1330 mm Motor penggerak : Diesel kubota 7 HP Corong pemasukan (pxlxt) : 575x400x280mm Silinder pengupas : Ф 200 mm, P : 275 mm Corong pengeluaran (outlet) biji kopi (pxlxt) : 75×40 mm Corong pengeluaran (outlet) kulit kopi (pxl) : 400×170 mm Kapasitas masukan : 600 kg/jam Mempunyai Test Report

5.Mesin pencuci kopi


loading...
Fungsi mesin:Untuk mencuci biji kopi Spesifikasi : Bahan rangka:siku besi 50 x 50 mm full Bahan body:plate eyser besi t:1,2mm Dimensi keseluruhan (pxlxt) : 2350x800x1210 mm Motor penggerak : Motor diesel jiangfa R- 180 (8 HP) Bagian pengumpanan (hopper) (pxlxt) : 420x420x160mm Pulley pemutar mesin pengaduk:pulley type B1 jlr 8” Bearing:Ucp 205-16 Pulley pemutar gearbox:pulley type B2 jlr 4”dan 3” V-belt:type B-61 mitsubosi Gearbox:WPA 70 ratio 30:1 Roda nylon:3” 2 hidup 2 mati Saringan silinder : Ф 600 mm, P : 1040 mm Bagian pengaduk dalam:Plate perforated stainles stell t:1,2mm l:5mm Bagian pengeluaran biji bersih : Ф 240 mm Pompa air:Air lux 1/2 Hp Pipa pengeluaran air : pipa stainles Ф 40 mm Kapasitas kerja mesin : 1538.46 kg/jam Efisiensi pencucian : 90.51% TEST REPORT NUMBER : 521.31/03/PLT/Mektan/PKB/2015 ISO : 14001 : 2004, 18001 : 2007, 9001 : 2008

6.Mesin Box Dryer

Fungsi mesin:untuk mengeringkan biji kopi Spesifikasi : Bahan rangka box:plate eyser besi t:1,5 mm Bahan saringan dalam:plate perforated stainles stell 201 t:1,2 mm Dimensi Keseluruhan (PxLxT) : 8150x2590x2520 mm Motor Penggerak : Motor Diesel Kubota RD 65 DI-1S (6.5 HP) Bagian Pengering (PxLxT) : 6100x2080x1210 mm Unit Pemanas (PxLxT) : 560x600x1180 mm Kapasitas kerja mesin:3 ton/proses Lubang Tungku (LxT) : 500×250 mm Unit Kipas (PxLxT) : 370x400x400 mm Efisiensi Pengeringan : 62.46% Efisiensi Sistem Pemanasan : 71.64% TEST REPORT NUMBER : 521.31/26/PLT/Mektan/DR/2015 ISO : 14001 : 2004, 18001 : 2007, 9001 : 2008

7.Mesin Box Dryer 

Fungsi mesin:untuk mengeringkan biji kopi sistem pengaduk otomatis Spesifikasi : Bahan rangka dan body : Carbon steel Kapasitas 3000 – 4000 kg/batch (proses) Dimensi keseluruhan (pxlxt): 10400 x 2700 x 2500 mm Dimensi bak pengering (pxlxt) : 6000 x 2400 x 1200 mm Material box : Mild carbon steel Material bed : plate stainless steel perforate dia lubang 5 mm Sumber pemanas : tungku biomassa/sekam, bonggol, kayu, batubara, LPG dan burner Burner : diesel Oil / optional burner gas Penggerak:E.motor 1 hp Gear sproket:RS-80 Rantai sproket;RS-80 Burner oil consumsi : 4 – 6 liter/jam Include : tangki solar Cap. 60 Liter Sistem pemanasan : heat exchanger Kipas penghembus : sentrifugal Dilengkapi : pengaduk otomatis
loading...

8.Mesin Vertical Dryer Elevator

Spesifikasi : Fungsi mesin:untuk mengeringkan biji kopi sistem vertical Bahan rangka :Hollow besi 60×40 t:2mm full Bahan body: Plat eyser besi t:1,5mm Blower penghembus: blower kuning 10” Bahan tangga:pipa besi 1/2” t:2mm Merek : HORJA Model/Tipe : KMU – VD02 Dimensi keseluruhan (pxlxt): Panjang : 1564 mm Lebar : 1136 mm Tinggi : 2510 mm Kapasitas pengering : 800 – 1000 Kg/Proses Proses pengering: 6 – 8 jam Gear sproket: RS60-Z11 Gear sproket: RS60-Z24 Rantai sproket: RS60 Bearing: Ucf 205-16 Bearing: Ucfl 205-16 Belt conveyor:L150 t:8mm Bucket conveyor: L100 Pemanas tungku:Kompor mawar+selang+regulator gas Temperatur suhu: 300 derajat Penggerak : E. motor gearbox 1 Hp WPDA 70 ratio 1:30 Cerobong tungku:pipa besi 4” t:3mm Bahan tungku pemanas : plat eyser besi t:3mm +pipa besi 2” sch 40

9.Mesin pengupas (kulit tanduk) kopi kering

Spesifikasi : Fungsi mesin:untuk mengupas kulit tanduk ari biji kopi kering Bahan rangka : hollow stainles stell 40 x 40 mm full Bahan body:plate stainles stell mr 201 t:1,2 mm Dimensi keseluruhan (pxlxt) : 1110 x 690 x 1195 mm Motor penggerak : honda GX 160 (5.5 HP)/dinamo jiayu 1 Hp 1 phs Pakai V-belt:type A- 43 dan 47 mitsubisi Pulley:roll dia 8” Pulley bagian bawah penggerak:6” dan 3” Type/merk penggerak: honda/jiayu Corong pengumpanan (hopper) (pxlxt) : 420x420x350mm BBM : bensin dan oil SAE 40 A Silinder putar : Ф 128 mm, P : 605 mm Bagian pengeluaran (outlet) biji kopi (pxt) : 65×70 mm Bagian pengeluaran (outlet) kulit kopi (pxl) : 140×150 mm Kapasitas masukan : 260.87 kg/jam Kapasitas keluaran : 228 kg/jam

10.Mesin pengupas (kulit tanduk) kopi kering

Spesifikasi : Fungsi mesin:untuk mengupas kulit tanduk ari biji kopi kering Bahan rangka : hollow besi 40 x 40 mm full Bahan body:plate eyser besi t:1,2mm Pakai V-belt:type A- 43 dan 47 mitsubisi Pulley:roll dia 8” Pulley bagian bawah penggerak:6” dan 3” Dimensi keseluruhan (pxlxt) : 1110 x 690 x 1195 mm Motor penggerak : honda GX 160 (5.5 HP) Type/merk penggerak:honda Corong pengumpanan (hopper) (pxlxt) : 420x420x350mm Silinder putar : Ф 128 mm, P : 605 mm Bagian pengeluaran (outlet) biji kopi (pxl) : 65×70 mm BBM : bensin dan oil SAE 40 A Bagian pengeluaran (outlet) kulit kopi (pxl) : 140×150 mm Kapasitas masukan : 260.87 kg/jam Kapasitas keluaran : 228 kg/jam TEST REPORT NUMBER : 521.31/19/PLT/Mektan/MPKK/2015

11.Mesin Pengupas (Kulit Tanduk) Kopi Kering 


Fungsi mesin:untuk mengupas kulit tanduk ari biji kopi kering Spesifikasi : Bahan rangka : hollow besi 40 x 40 mm full Dimensi keseluruhan (pxlxt) : 1405x665x1245 mm Motor penggerak : honda GX 160 (5.5 HP) Corong pengumpanan (hopper) (pxlxt) : 420x420x350mm Silinder putar : Ф 128 mm, P : 605 mm Bagian pengeluaran (outlet) biji kopi (pxt) : 65×70 mm Bagian pengeluaran (outlet) kulit kopi (pxl) : 140×150 mm Kapasitas masukan : 260.87 kg/jam Kapasitas keluaran : 228 kg/jam

12.Mesin Huller Kopi Besar dengan Motor Pengerak Diesel 8 Hp
Fungsi mesin:untuk mengupas kulit tanduk ari biji kopi kering Spesifikasi : Bahan rangka : UNP besi 50 x 38 Bearing pemutar:Ucp 205-16 Pulley pemutar roll:dia 8” dan 6” type B 2 Jlr hancuran Pulley pemutar diesel kubota:dia 3” type B 2 jlr hancuran Roll pemutar:pipa besi dia 4” sch 40 Pakai roda:roda caster dia 4” 2 hidup 2 mati V-belt :type B-69 mitsubisi Bahan body: plate eyser besi t:1,2mm Dimensi keseluruhan (pxlxt) : 1320 x 730 x 1475 mm Motor penggerak : diesel kubota 8 Hp Corong pengumpanan (hopper) (pxlxt) : 520x520x310mm Bagian pengeluaran (outlet) biji kopi (pxlxt) : 100×80400 mm Bagian pengeluaran (outlet) kulit ari (pxt) : 175×160 mm Kapasitas masukan : 450 – 500 kg/jam Kapasitas keluaran : 228 kg/jam
13.Mesin Sortasi Biji Kopi / Mesin Pengayak Biji Kopi

Berfungsi untuk mengayak/memisahkan biji kopi dari kotoran, debu dan memisahkan biji kopi berdasarkan ukuran Spesifikasi : Bahan rangka :hollow besi 60×60 mm full Bahan body : plate stainles steel 201 mr t:1,2mm Bearing:Ucp 207-20 Pulley:dia 2,5” type A 1 jlr aluminium Pakai per getaran:per motor Mesh pengayak :stainles stel 201 mirror dia L:10mm Mesh Pengayak :stainles stel 201 mirror dia L:8mm Mesh pengayak :stainles stel 201 mirror dia L:6mm Panjang : 165 cm Lebar : 75 cm Tinggi : 120 cm Kapasitas : 200 Kg/Jam Penggerak : e.motor 1 hp Ayakan/layer yang tersedia: Satu Layer Dua LayerTiga Layer 

https://pastekan.com/ZR3USRyE

https://pastekan.com/jEWAL

https://pastekan.com/lw0CH

https://pastekan.com/UY9I6p

https://pastekan.com/quSTBNXc

https://pastekan.com/mAFH0Zuv


https://pastekan.com/iHtYb

Tahap penjemuran kopi

Apakah proses penjemuran kopi mempengaruhi karateristik rasa?



Ketika biji kopi disangrai mulailah jenis asam yang berperan sebagai karakter rasa tercipta, seperti asam chlorogenic dan juga asam quinic. Dan bagaimana dengan proses biji kopi sebelum disangrai, apakah akan mempengaruhi karakter rasa juga?
loading...

TIAP proses dari si biji kopi sebelum diseduh menjadi secangkir kopi nikmat, ternyata mempengaruhi karakter rasa, begitu pula pada tahap penjemuran. Tingkat kesejukan, tingkat kelembapan, seberapa lama biji kopi terpapar cahaya matahari juga dapat mempengaruhi karakter rasa si biji kopi. Perlunya mempertimbangkan langkah tepat untuk tahap penjemuran si biji kopi, agar karakter rasa biji kopi konsisten.
Para petani di Colombia biasanya menjemur biji kopi pada drying bed parabolik, sebuah wadah untuk menjemur biji kopi yang nantinya akan disebar di atas wadah tersebut untuk selanjutnya didiamkan agar terpapar sinar matahari. Tidak di Colombia saja, beberapa petani kopi di Indonesia juga menggunakan drying bed untuk menjemur biji kopi mereka. Ketika itu kami tim Otten berkesempatan mengunjungi salah satu perkebunan kopi di Kerinci-Sumatera Barat, petani di Kerinci sudah terbiasa menggunakan drying bed sebagai alat bantu penjemuran biji kopi agar mengering ke tiap permukaan biji kopi secara menyeluruh.
Lapisan drying bed parabolis, membantu menstabilkan suhu serta meningkatkan panas yang diterima oleh si biji kopi. Walau sangat membantu petani kopi untuk melindungi biji kopi dari hal yang mengganggu, tapi bila tidak ada penanganan yang benar tingkat panas berlebih akan menjadi masalah.
Memaksa biji kopi mengering sebelum waktunya seperti waktu umumnya, mengeringkannya terlalu cepat akan sulit membaca tingkat kelembapan yang benar pada biji kopi secara akurat. Panas yang ekstrim akan memaksa kandungan air masuk ke biji kopi, alhasil ketika petani kopi merasa sudah kering dan menurunkannya dari wadah pengeringan-drying beds, padahal biji kopi masih lembap.
Setelah beberapa saat, kandungan air yang dipaksa masuk ke biji kopi tadi perlahan keluar ke permukaan biji kopi. Hasil akhirnya biji kopi terbilang masih terlalu awal, butuh dikeringkan lagi lebih lama, efeknya biji kopi yang tidak stabil dan masih lembab, berpotensi melalui masa fermentasi dan karakter rasa memudar. Ketika disangrai tidak ada lagi yang tersisa, karakter rasa akan tipis tidak seperti biasanya.
Pada umumnya petani kopi akan menjemur biji kopi yang masih hijau hingga kering, namun dalam hal ini jangka waktu tiap biji kopi berbeda-beda. Indikasinya jika biji kopi yang masih hijau tadi sudah kering, maka bisa dilanjutkan tahap selanjutnya. Sekitar 13% – 15% kadar air pada biji koi biasanya petani kopi sudah menyimpannya, dan standard kopi untuk diekspor umumnya pada 13% kadar air biji kopi. Untuk mengukur kadar air, umumnya petani menggunakan moisture meter, sehingga dapat mengawal tingkat kelembapan si biji kopi yang sedang masa penjemuran.
Ada baiknya mengeringkan biji kopi jangan terlalu cepat, umumnya sekitar 2-4 hari, sehingga biji kopi yang masih hijau tadi optimal pengeringannya, dan karakter rasa yang terkandung lebih kaya. Namun, bukan ingin menyoroti metode yang digunakan para petani kopi apakah itu natural processwashed process, hanya saja ingin mengingatkan bersama bahwa masa pengeringan juga mempengaruhi karakter rasa. Terlebih lagi mengingat terkadang musim panen pada bulan-bulan yang mengalami musim penghujan. Ini malahan menjadi tantangan tersendiri bagi petani kopi untuk menjaga kualitas biji kopi mereka agar tetap konsisten. Dan terakhir sebagai penutup, panjang umurlah dan sehat selalu petani kopi agar tetap menghasilkan biji kopi yang istimewa.


Tuesday, June 11, 2019

cara memilih bibit kopi yang baik


                  

                        Memilih Bibit Kopi yang baik

loading...
 

Dalam upaya pembudidayaan kopi di Indonesia membuat varian dari berbagai jenis kopi bisa menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan. Di Indonesia sendiri memiliki 2 jenis kopi yang paling banyak dibudidayakan yakni jenis kopi Robusta dan jenis kopi Arabika.


Dalam hal pemasaran kedua kopi ini memiliki peluang penjualan yang sama larisnya. Dengan peminat yang sama-sama banyak.
Dalam budidaya kopi, hal yang pertama perlu dan sangat penting adalah menentukan varietas kopi yang akan ditanam. Setelah menentukan varietas kopi yang akan ditanam selanjutnya adalah cara memilih bibit kopi terbaik untuk dibudidaya
Sebelum menanam perhitungkan dahulu lokasi lahan tanam atau budidaya, jika lahan Anda berada di ketinggian lebih dari 800 mdpl maka lebih baik ditanami kopi dengan jenis Arabika, sedang kopi jenis robusta lebih baik ditanam pada ketinggian lokasi 400 sampai 800 mdpl.  Sedang untuk dataran rendah bisa menggunakan jenis liberika dan excels.

Memilih Bibit Kopi

Selain beberapa hal tersebut, hal yang perlu dipertimbangkan adalah dari segi jual. Untuk kopi arabika lebih mahal daripada varian kopi lainnya. Namun, juga kopi jenis Robusta memiliki hasil buah yang cenderung lebih banyak untuk sekali panen.Artikel terkait harga biji kopi
Sesudah semua pertimbangan itu dianalisis maka langkah selanjutnya adalah menentukan bibit kopi terbaik  yang akan ditanam


Pemilihan bibit kopi terbaik  dan unggul adalah jalan terbaik untuk menentukan hasil dari biji kopi yang berkualitas. Ada beberapa varietas bibit unggul untuk arabika dengan kode S 795, USDA 762, dan Kartika. Sedangkan varietas bibit unggul untuk jenis robusta yang dipergunakan adalah klon seperti klon BP 358 dan klon BP 42.
Pemilihan bibit kopi terbaik  biasanya diperoleh dari hasil cangkok hingga mengeluarkan akar dan siap dipindah dalam polibeg dengan menunggu pertumbuhan tanaman untuk siap ditanam sekitar berumur 3 bulan atau sudah kuat untuk ditanam dan dipindah pada lahan. Untuk membuat bibit tanaman kopi biasanya menggunakan sistem perkembangbiakan vegetative dengan cangkok/stek.
Dengan memilih bibit hasil dari stek atau cangkok memiliki keunggulan dan kelebihan sendiri-sendiri. Hal ini berpengaruh pada fisik dan hasil produktifitas tanaman, untuk kualitas biji kopi atau buah kopi tergantung dari indukan tanaman kopi yang distek maupun dicangkok.

Menanam Bibit Kopi secara benar

Mode menanam menggunakan teknik tanam biasa, dengan membuat lubang dan memberikan pupuk secara berkala dengan awal pemupukan pertama kali yakni 3 bualan setelah bibit kopi terbaik  ditanam.
Untuk Anda jika memiliki lahan kosong pada ketinggian 400-800 mdpl atau lebih dari 800 mdpl sebaiknya segera membudidayakan kopi dengan varietas yang sesuai lahan Anda.
 Dalam hal penanaman/budidaya kopi, sebelum melangkah lebih jauh lagi sebaiknya mempelajari dulu semua jenis kopi, bibit kopi terbaik  dan cara tanamnya serta dengan pengetahuan yang lebih banyak akan membuat Anda mudah dalam budidaya, karena budidaya kopi tidak semudah yang dibayangkan.
Seperti kata orang bijak “merawat kopi sama halnya dengan merawat anak sendiri, harus penuh dengan kasih sayang” karena biji kopi yang berkualitas dihasilkan dari cara merawat serta membudidayakan yang baik penuh dengan ketelatenan.

Mengenal kopi robusta

                  Mengenal

     jenis dan karateristiknya 

Robusta berasal dari kata ‘robust’ yang artinya kuat, sesuai dengan gambaran postur (body) atau tingkat kekentalannya yang kuat. Kopi robusta bukan merupakan spesies karena jenis ini turunan dari spesies Coffea canephora.
Robusta dapat tumbuh di dataran rendah, namun lokasi paling baik untuk membudidayakan tanaman ini pada ketinggian 400-800 meter dpl. Suhu optimal pertumbuhan kopi robusta berkisar 24-30oC dengan curah hujan 2000-3000 mm per tahun.
Kopi robusta sangat cocok ditanam di daerah tropis yang basah. Dengan budidaya intensif akan mulai berbuah pada umur 2,5 tahun. Agar berbuah dengan baik, tanaman ini membutuhkan waktu kering 3-4 bulan dalam setahun dengan beberapa kali turun hujan.
Tanaman kopi robusta menghendaki tanah yang gembur dan kaya bahan organik. Tingkat keasaman tanah (pH) yang ideal untuk tanaman ini 5,5-6,5. Kopi robusta dianjurkan dibudidayakan dibawah naungan pohon lain.

Karaktersitik tanaman

Cabang reproduksi atau wiwilan pada kopi robusta tumbuh tegak lurus. Buah kopi dihasilkan dari cabang primer yang tumbuh mendatar. Cabang primer ini cukup lentur sehingga membentuk tajuk seperti payung.
Bentuk daun membulat seperti telur dengan ujung daun runcing hingga tumpul. Daun-daunnya tumbuh pada batang, cabang dan ranting. Pada batang dan cabang tumbuhnya tegak lurus dengan susunan daun berselang-seling. Sedangkan pada ranting dan cabang-cabang mendatar pasangan daun tumbuh pada bidang yang sama. Robusta lebih relatif tahan terhadap penyakit karat daun.
Tanaman kopi robusta sudah mulai berbunga pada umur 2 tahun. Bunga tumbuh pada ketiak cabang primer. Setiap ketiak terdapat 3-4 kelompok bunga. Bunga biasanya mekar diawal musim kemarau. Berbeda dengan arabika, bunga robusta melakukan penyerbukan secara silang.
Buah yang masih muda berwarna hijau, setelah masak berubah menjadi merah. Meski telah matang penuh, buah robusta menempel dengan kuat pada tangkainya. Jangka waktu dari mulai berbunga hingga buah siap panen berkisar 10-11 bulan.
Tanaman kopi robusta memiliki perakaran yang dangkal. Oleh karena itu membutuhkan tanah yang subur dan kaya kandungan organik. Tanaman ini juga cukup sensitif terhadap kekeringan.

Jenis klon kopi robusta

Kopi robusta diturunkan dari beberapa spesies terutama Canephora. Mungkin karena alasan itu, sumber bibit tanaman untuk robusta tidak disebut varietas melainkan klon.

 Sama dengan varietas pada arabika, klon unggul robusta di Indonesia dikembangkan oleh Puslit Koka. Berikut ini beberapa jenis klon robusta yang direkomendasikan lembaga tersebut:
  • Klon BP308. Klon ini merupakan tanaman unggul yang tahan terhadap serangan nematoda. Keistimewaan lain klon robusta ini adalah toleran terhadap tanah yang kurang subur. BP308 dianjurkan untuk dijadikan batang bawah, sedangkan batang atasnya disambung dengan klon-klon lain yang disesuaikan dengan agroklimat setempat.
  • Klon BP42. Klon jenis ini memiliki produktivitas 800-1200 kg/ha/tahun. Perawakannya sedang dengan banyak cabang dan ruasnya pendek. Buah yang dihasilkan besar dan dompolannya rapat.
  • Klon SA436. Memiliki produktivitas yang cukup tinggi, mencapai 1600-2800 kg/ha/tahun. Bentuk biji dari klon ini kecil dan ukurannya tidak seragam.
  • Klon BP234. Produktivitasnya 800-1200 kg/ha/tahun. Perawakan ramping dengan percabangan yang panjang dan lentur. Butiran buah agak kecil dan ukurannya tidak seragam.

Karakteristik produk

Dipasaran, kopi robusta dijual dengan harga lebih rendah dibanding arabika. Hal ini menyebabkan disinsentif terhadap petani. Sehingga untuk menghemat biaya produksi petani robusta cenderung mengabaikan penanganan pasca panen. Pada gilirannya akan membuat mutu kopi yang dihasilkan rendah.
Aroma robusta tidak sekuat arabika, dengan tingkat kekentalan (body) sedang hingga berat dan citarasa pahit. Kandungan kafein robusta lebih dari dua kali lipat arabika, yaitu berkisar 1,7-4%.

Perdagangan kopi robusta

Sekitar 99% perdagangan kopi dunia adalah jenis robusta dan arabika. Kopi robusta banyak diproduksi oleh negara-negara Asia-Pasific dan Afrika, sedangkan kopi arabika banyak diproduksi oleh negara-negara Amerika Selatan. Penghasil robusta terbesar adalah Vietnam.
Terdapat paradoks dalam perkembangan perdagangan robusta. Pada tahun 1950-an ketika pertama kali diperdagangkan di bursa London, tingkat harganya relatif sama dengan arabika. Saat itu proporsi pangsa pasar kopi robusta 25-30% dan arabika 70-75%.
loading...
Keadaan mulai berubah ketika terjadi kenaikan produksi kopi robusta. Saat ini dimana pangsa pasarnya naik diatas 30%, harganya anjlok dibawah arabika hingga hampir setengahnya. Tentu saja ini sangat mengkhawatirkan mengingat lebih dari 80% produksi kopi Indonesia adalah robusta.

https://pastekan.com/ZR3USRyE

https://pastekan.com/jEWAL

https://pastekan.com/lw0CH

https://pastekan.com/UY9I6p

https://pastekan.com/quSTBNXc

https://pastekan.com/mAFH0Zuv

https://pastekan.com/iHtYb

Saturday, June 1, 2019

Apa itu liberika

loading...
                   Mengenal Kopi Liberika


Kopi merupakan minuman yang saat ini tren dan konsumennya terus meningkat dari hari kehari, tak hanya tertarik meminum kopinya saja, sebagian orang justru ikut belajar tentang segala ilmu pengetahuan kopi, mulai dari penanaman sampai ke barista. Kopipun memiliki berbagai jenis yang bisa di klasifikasikan diantaranya, cara menyangrai biji kopi berbeda-beda ditiap daerahnya. Ada juga dari cara penanaman nya, arabika dan robusta, yang mana tanaman kopi dibedakan cara menanamnya sesuai ketinggian dan jenis tanaman kopi tersebut.
Yang pada umumnya diketahui banyak orang adalah kopi arabika (arabica) dan robusta. Padahal sobat drishop, ada kopi jenis lain selain kedua kopi tersebut. Kopi liberika adalah jenis kopi yang dihasilkan oleh tanaman Coffea liberica. Kopi ini disebut-sebut berasal dari tanaman kopi liar di daerah Liberia. Padahal sebenarnya ditemukan juga tumbuh secara liar di daerah Afrika lainnya.
Satu diantara daerah di Indonesia yang di kenal sebagai penghasil kopi liberika nomer nya ialah Jambi. Bahkan juga propinsi ini dapat membuahkan buah kopi sampai meraih 270 ton per th. Hebatnya Jambi bahkan juga sukses membuat varian baru dari kopi ini yang dinamakan kopi liberika tungkal komposit (litbtukom). Rata-rata harga green bean kopi liberika di bandrol di kisaran Rp35 beberapa ribu/kg


Namun pemasaran kopi liberika terutama di Indonesia masihlah belum optimal. Cukup susah untuk kita untuk memperoleh kopi ini bila tak memesannya segera dari Jambi. Terkecuali lantaran aspek harga nya yang lebih mahal, kopi liberika termasuk juga langka lantaran produktifitas tanamannya sendiri tidaklah terlalu tinggi.
Di bawah ini yang membedakan antara kopi liberika dan kopi arabika:

  A. Ukuran,daun dan cabang bunga,buah serta pohon semakinbesar di banding kopi arabika dan     robusta.
 B. Cabang primer bisa bertahan lebih lama serta dalam satu buku bisa keluar bunga atau buah kian lebih satu kali.



C. Agak sensitif pada penyakit HV.

D. kwalitas buah relatif rendah.

E. Produksi tengah, (4, -5 ku/ha/th) dengan rendemen ± 12%

F. Berbuah selama th.

G. Ukuran buah tak rata/tak seragam

H. Tumbuh baik di dataran rendah.





Beberpa variant kopi Liberika yang pernah dihadirkan ke Indonesia diantaranya yaitu ardoniana serta durvei. Di artikel selanjutnya mungkin kita akan bahas juga terkait variant kopi tersebut.



loading...

3 tahapan perawatan kopi

            

                            TIPS MERAWAT KOPI

 

Kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan. Kopi memiliki sejarah panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain sebagai sumber penghasilan bagi tidak kurang satu setengah juta jiwa petani Indonesia, kopi juga menjadi komoditas andalan ekspor dan sumber pendapatan devisa negara. Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempati peringkat ke empat terbesar di dunia.

Semakin banyak buah kopi yang sanggup diproduksi oleh suatu tanaman, maka akan semakin besar pula keuntungan yang akan didapatkan. Sehingga petani berlomba-lomba melakukan upaya perawatan sedemikian rupa agar tanaman kopi miliknya mampu berbuah lebat.
loading...
Setidaknya ada 3 tahapan yang harus diperhatikan untuk meningkatkan produktifitas tanaman kopi yaitu pemupukan berimbang, pemangkasan dan Wiwilan.
 
1. Pemupukan berimbang 
 
Tujuan pemupukan adalah untuk memenuhi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman kopi dan memperbaiki struktur kondisi media tanam. Apabila kebutuhan hara tersebut tidak terpenuhi maka pertumbuhan tanaman akan terhambat , kurus, layu dan tidak produktif. Pemupukan tanaman kopi harus dilakukaj secara tepat, baik tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis maupun tepat cara pemberiannya. Biasanya frekuensi pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan.
Berikut ini jadwal pemupukan tanaman kopi :
 
a. Tahun pertama ; setiap tanaman dipupuk sebanyak 2 kali dalam setahun  menggunakan urea 25 gr, SP-36 25 gr, dan KCL 20 gr.
b. Tahun kedua : Pemupukan dilakukan memakai urea 150 gr, SP-36 70gr, dan KCL 40 gr pertanaman
c. Tahun ketiga : Pupuk yang digunakan pada tahap ini meliputi urea 75 gr, SP-36 70 gr, dan KCL 40 gr untuk setiap tanaman
d. Tahun keempat : Masing-masing tanaman kopi ditaburi pupuk setahun 2 kali dengan takaran urea 100gr, SP-36 90 gr, dan \kcl 40 gr.
e. Tahun kelima hingga kesepuluh : setiap dua kali setahun setiap tanaman kopi dipupuk menggunakan urea 150 gr, SP-36 10 gr, dan KCL 60 gr.
f. Tahun kesepuluh dan seterusnya : aplikasi pupuk dikerjakan juga dua kali setahun dengan dosis urea 200gr, SP-36 175 gr, dan KCL 80 gr.

2. Pemangkasan
Pemangkasan dilaksanakan dengan menghilangkan beberapa bagian tanaman kopi yang dianggap berpenyakit, cacat dan tidak produktif. Hal ini bertujuan untuk menigkatkan produktifitas pohon kopi serta membersihkan gulma yang tumbuh disekitarnya. Proses pemangkasan dapat dilakukan 2 kali setahun dan bisa dikerjakan bersamaan dengan penggemburan tanah.
Terdapat tiga jenis pemangkasan tanaman kopi yang perlu dilakukan antara lain pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi dan pemangkasan pemudaan.
a. Pemangkasan bentuk : tinggi pangkasan bentuk berkisar 1,5-1,8 meter dengan melakukan pemangkasan cabang primer teratas sebanyak 1 ruas pada akhir musim penghujan.
b. Pemangkasan produksi yaitu membuang wiwilan yang tumbuh keatas, cabang cacing, cabang balik dan cabang yang terserang hama sebanyak 3-4 kali setahun pada awal musim penghujan
c. Pemangkasan pemudaan dikhususkan pada tanaman tua dan tingkat produksi nya rendah dengan memotong miring batang setinggi 40-50 cm dari leher akar pada awal musim penghujan . Kemudian bekas potongan tersebut ditutupi aspal dan tanah disekitarnya kemudian dicangkul dan langsung dipupuk. Pelihara hanya 1-2 tunas yang pertumbuhan nya bagus . kemudian setelah dewasa tunas ini disambung dengan jenis kopi yang mutunya lebih baik.
 
3. Wiwilan
Agar kopi dapat menghasilkan buah dengan kapasitas yang banyak perlu dilakukan juga tahap wiwilan. Pada dasarnya ada dua jenis wiwilan untuk tanaman kopi yaitu wiwil kasar dikerjakan setiap bulan dan wiwil halus sekitar 3-4 bulan sekali.
Adapun cara wiwilan adalah dengan membuang cabang yang pertumbuhan nya kurang baik seperti tunas air, cabang kipas dengan harapan melakukan wiwilan maka pertumbuhan tanaman secara generative tidak terganggu sehingga mampu berbuah lebat, sehat dan bernas



Berbagai macam pengolahan kopi



                   Berbagai macan pengolahan kopi



Bagai mana kopi di proses dan di olah setelah panen akan mempengaruhi bahkan bisa memberikan efek dramatis pada hasil ahir kopi

Berbagai struktur dan lapisan dari buah/ceri kopi. Pada dasarnya, struktur buah kopi (coffee cherry) terdiri dari pericarp (kulit daging terluar) dan biji kopi. Pericarp sendiri terdiri lagi dari beberapa lapisan seperti kulit, daging kulit, layer getah (yang biasanya terdiri dari gula alami dan semacam kandungan alkohol) dan perkamen. Lapisan pericarp adalah yang paling sering dibersihkan, namun lapisan ini juga berpengaruh dalam menambah rasa pada kopi.

Setelah dipanen, buah-buah kopi yang dipetik kemudian dibawa ke tempat pengolahan/penggilingan untuk memisahkan biji dengan kulit dagingnya. Biji inilah yang kemudian akan dikeringkan agar tetap aman disimpan sebelum dijual ke pasar. Idealnya, kopi memiliki tingkat kelembaban alami sekitar 60%, namun ia dikeringkan sampai kelembabannya hanya berkisar sekitar 11-12 % saja. Tujuannya supaya biji kopi itu tidak terlalu lembab lalu membusuk ketika “menunggu” dijual.

Setelah dipetik, ceri kopi akan segera diolah. Proses pengolahannya pun bermacam-macam. Beberapa diantaranya adalah seperti berikut.

NATURAL PROCESS


loading...
 Proses natural ini juga dikenal dengan dry process. Proses ini termasuk teknik paling tua yang ada dalam sejarah proses pengolahan kopi. Setelah dipanen, ceri kopi akan ditebarkan di atas permukaan alas-alas plastik dan dijemur di bawah sinar matahari. Beberapa produsen kopi kadang menjemurnya di teras bata atau di meja-meja pengering khusus yang memiliki airflow (pengalir udara) di bagian bawah. Ketika dijemur di bawah matahari, biji-biji kopi ini harus dibolak-balik secara berkala agar biji kopi mengering secara merata, dan untuk menghindari jamur/pembusukan

Pada proses natural, buah kopi yang dikeringkan masih dalam berbentuk buah/ceri, lengkap dengan semua lapisan-lapisannya. Prosesnya yang natural dan alami ini akan membuat ceri terfermentasi secara natural pula karena kulit luar ceri akan terkelupas dengan sendirinya

 Pada umumnya :Proses natural ini dianggap mampu memberi notes ala buah-buahan pada kopi, dengan hints umum seperti blueberry, strawberry atau buah-buahan tropis. Kopi pun cenderung memiliki keasaman (acidity) rendah, rasa-rasa yang eksotis dan body yang lebih banyak.  


WASHED PROCESS

Atau yang juga dikenal dengan sebutan wet process. Umumnya, proses ini bertujuan untuk menghilangkan semua kulit-kulit daging yang melekat pada biji kopi sebelum dikeringkan. Setelah dipanen, ceri-ceri kopi biasanya ‘diseleksi’ terlebih dahulu dengan merendamnya di dalam air. Ceri yang mengapung akan dibuang, sementara yang tenggelam akan tetap dibiarkan untuk proses lanjutan karena ceri-ceri demikian dianggap telah matang.



Selanjutnya kulit luar dan kulit daging ceri kopi akan dibuang dengan menggunakan mesin khusus yang disebut depulper (pengupas)Biji kopi yang sudah terlepas dari kulitnya ini kemudian dibersihkan lagi dengan memasukkannya ke dalam bejana khusus berisi air agar sisa-sisa kulit yang masih melekat bisa luruh sepenuhnya akibat proses fermentasi.

Durasi, atau lamanya kopi difermentasi ini berbeda-beda pada setiap produsen. Namun umumnya berkisar antara 24-36 jam tergantung temperatur, ketebalan layer getah pada ceri kopi, dan konsentrat enzimnya. Jika suhu di sekitarnya semakin hangat, maka prosesnya akan semakin cepat pula.

Pada umumnya Kopi-kopi hasil washed process umumnya memiliki karakter yang lebih bersih, light, sedikit berasa buah, body cenderung ringan dan lembut dengan tingkat keasaman (acidity) lebih banyak.


HYBRID PROCESS

Proses ini sering digunakan di Brazil. Setelah dipanen, buah kopi dikupas dengan mesin mekanik untuk membuang kulit dan sebagian besar daging buahnya. Dari sini, biji kopi kemudian dijemur di meja-meja pengering. Sisa-sisa daging buah yang masih lengket biasanya akan luruh pada proses ini. (Konon sisa-sisa daging buah yang turut dijemur itu memberi tambahan sweetness dan body pada kopi).

Honey  process 


Proses ini agak mirip dengan pulped natural dan umumnya digunakan di banyak negara-negara Amerika Tengah seperti Costa Rica dan El Salvador. Belakangan proses ini juga semakin populer di Indonesia. Pada honey process, ceri kopi akan dikupas dengan mesin mekanis, tapi metode ini menggunakan lebih sedikit air jika dibandingkan pulped natural process. Mesin depulper akan dikendalikan untuk menentukan seberapa banyak daging buah yang mau tetap ditinggalkan melekat dengan biji sebelum dijemur. Kulit daging yang tersisa ini dalam Bahasa Spanyol diistilahkan dengan miel yang berarti madu (honey). Sederhananya, pada honey process ada sedikit lendir—ataumucilage dalam istilah Bahasa Inggrisyang tampak lengket pada biji kopi. Dari sinilah proses ini kemudian dinamakan honey process. Jadi bukan karena menggunakan madu, ya.





Semi-washed

Proses ini sangat umum ditemui di Indonesia dan sering kita kenal dengan istilah ‘giling basah’. Proses semi washed melibatkan dua kali proses pengeringan. Setelah dipetik, kulit terluar ceri kopi dikupas dengan menggunakan depulper dan dikeringkan sebentar. Jika umumnya kelembaban kopi disisakan hingga 11-12 % ketika proses pengeringan, maka pada proses semi-washed, kelembaban kopi disisakan hingga 30-35 % sebelum dikupas lagi hingga bentuknya benar-benar biji/green bean. Nah, green bean inilah yang kemudian dikeringkan lagi sampai ia benar-benar cukup kering untuk disimpan

Pada umumnya. Kopi-kopi dengan proses semi-washed cenderung memiliki tingkat sweetness yang intens, body lebih penuh, dengan tingkat keasaman lebih rendah jika dibandingkan kopi-kopi washed processed. Plus, konon kopi dengan proses ini juga memiliki rasa-rasa yang lebih beragam.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com