Thursday, July 4, 2019

vollll

Monday, July 1, 2019

Thursday, June 27, 2019

Mengenal kopi arabika

     

       jenis dan karakterstiknya

 


Kopi arabika (Coffea arabica) berasal dari hutan pegunungan di Etiopia, Afrika. Di habitat asalnya, tanaman ini tumbuh dibawah kanopi hutan tropis yang rimbun. Kopi jenis ini banyak ditumbuh di ketinggian di atas 500 meter dpl.
Kopi arabika akan tumbuh maksimal bila ditanam diketinggian 1000-2000 meter dpl. Dengan curah hujan berkisar 1200-2000 mm per tahun. Suhu lingkungan paling cocok untuk tanaman ini berkisar 15-24oC. Tanaman ini tidak tahan pada temperatur yang mendekati beku dibawah 4oC.
Untuk berbunga dan menghasilkan buah, tanaman kopi arabika membutuhkan periode kering selama 4-5 bulan dalam setahun. Biasanya pohon arabika akan berbunga diakhir musim hujan. Bila bunga yang baru mekar tertimpa hujan yang deras akan menyebabkan kegagalan berbuah.
Kopi arabika menyukai tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik. Material organik tersebut digunakan tanaman untuk sumber nutrisi dan mejaga kelembaban. Tingkat keasaman atau pH tanah yang cocok berkisar 5,5-6.
https://dai.ly/x7c05xc

Karakteristik tanaman

Tanaman kopi arabika pendek menyerupai perdu dengan ketinggian 2-3 meter. Batang berdiri tegak dengan bentuk membulat. Pohonnya memiliki percabangan yang banyak.
Warna daun kopi arabika hijau mengkilap seperti memiliki lapisan lilin. Daun yang telah tua berwarna hijau gelap. Bentuk daun memanjang atau lonjong dengan ujung daun meruncing. Pangkal daun tumpul dan memiliki tangkai yang pendek. Struktur tulang daun menyirip.
 
Kopi arabika mulai berbunga setelah musim hujan. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan bunga jantan dan betina. Dari bentuk kuncup hingga menjadi buah yang siap panen membutuhkan waktu 8-11 bulan.
Buahnya bulat seperti telur, dengan warna buah hijau kemudian berubah menjadi merah terang saat matang. Apabila buah telah matang cenderung mudah rontok. Oleh karena itu harus dipanen dengan segera, untuk detailnya silahkan baca cara memanen buah kopi. Buah yang rontok ke tanah akan mengalami penurunan mutu, cenderung bau tanah.
Pohon kopi arabika mempunyai perakaran tunjang yang dalam. Guna akar yang dalam ini untuk menopang pohon agar tidak mudah roboh dan bertahan pada kondisi kekeringan. Pertumbuhan akar ditentukan sejak pohon dipindahkan dari pembibitan. Pohon yang perakarannya tidak tumbuh dengan baik, akan mengganggu produktivitas.

Varietas kopi arabika

Ada banyak varietas kopi arabika yang ditanam di Indonesia. Setiap varietas mempunyai daya tumbuh dan daya adaptasi yang berbeda-beda. Pemilihan varietas dalam budidaya hendaknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat budidaya.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal gunakan varietas unggul dari sumber terpercaya. Kementerian pertanian melalui Puslit Koka selalu mengeluarkan varietas unggul. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
  • S 795. Varietas ini memiliki produktivitas 1000-1500 kg/ha pada kepadatan tanam 1600-2000 pohon per hektar. Mulai berbunga pada umur 15-24 bulan. Agak tahan terhadap serangan karat daun bila ditanam diketinggian lebih dari 1000 meter dpl.
  • USDA 762. Produktivitas kopi jenis ini mencapai 800-12000 kg/ha. Mulai berbunga pada umur 32-34 bulan. Agak tahan terhadap penyakit karat daun.
  • Andung sari-1. Produktivitas sekitar 350 kg/ha. Mulai berbunga pada umur 15-24 bulan. Bila ditanam diketinggian kurang dari 900 meter, varietas ini rentan terhadap serangan karat daun namun cukup tahan ditanam di daerah yang kurang subur.
  • Sigarar Utang. Produktivitasnya mencapai 1500 kg per hektar. Varietas ini memilikikeistimewaan bisa berbuah terus menerus mengikuti pola sebaran hujan. Bijinya berukuran besar, rentan terhadap hama bubuk buah dan nematoda, namun cukup tahan karat daun. Disarankan ditanam pada ketinggian di atas 1000 meter dpl.

Karakteristik produk akhir

Secara umum kopi arabika dihargai lebih tinggi dibanding jenis lainnya. Dari segi rasa, arabika mempunyai jangkauan yang luas. Setiap varietas kopi yang ditanam ditempat berbeda akan memiliki perbedaan citarasa yang signifikan.
Kopi arabika memiliki aroma yang kuat, sifat kekentalan (body) ringan hingga sedang dan tingkat keasaman tinggi. Kandungan kafeinnya lebih rendah dibanding robusta yaitu sekitar 0,8-1,5%.

Perdagangan kopi arabika

Lebih dari 65% perdagangan kopi dunia di dominasi oleh jenis arabika. Selain mendominasi pangsa pasar, saat ini kopi arabika dihargai lebih tinggi hampir dua kali lipatnya dibanding robusta. Pusat perdagangan arabika berada di bursa komoditi New York.
Penghasil kopi arabika terbesar ada di negara-negara Amerika Latin. Hampir 90% produksi kopi negara-negara Amerika Latin jenis arabika. Brasil merupakan produsen arabika terbesar dunia. Sedangkan konsumen kopi terbesar dunia adalah negara-negara Uni Eropa, disusul Amerika Serikat dan Jepan

Sunday, June 23, 2019

jenis-jenis kopi budidaya

     jenis-jenis kopi budidaya



Tanaman kopi dipercaya berasal dari benua Afrika kemudian menyebar ke seluruh dunia. Saat ini kopi ditanam meluas di Amerika Latin, Asia-pasifik dan Afrika. Pohon kopi bisa tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim tropis dan subtropis meliputi dataran tinggi maupun dataran rendah. Kopi dipanen untuk diambil bijinya kemudian dijadikan minuman atau bahan pangan lainnya.
Di Indonesia, tanaman kopi dibawa oleh bangsa Belanda pada tahun 1896. Mereka memperkenalkan jenis kopi arabika. Pada perkembangannya, terjadi serangan penyakit karat daun (HV) yang menyebabkan kematian tanaman secara massal. Kemudian pemerintahan kolonial memperkenalkan jenis kopi liberika dan robusta yang lebih tahan penyakit HV.

Jenis kopi budidaya

Jenis kopi yang paling populer adalah arabika. Para penikmat kopi menghargai jenis kopi arabika lebih dibanding jenis kopi lainnya. Faktor penentu mutu kopi selain jenisnya antara lain habitat tumbuh, teknik budidaya, penanganan pasca panen dan pengolahan biji.
Jenis kopi yang ada di bumi ini sangat banyak ragamnya. Namun hanya empat jenis kopi yang dibudidayakan dan diperdagangkan secara massal. Sebagian hanya dikoleksi pusat-pusat penelitian dan ditanam secara terbatas. Sebagian lagi masih tumbuh liar di alam.
Empat jenis kopi yang banyak dibudidayakan adalah jenis kopi arabika, robusta, liberika dan excelsa. Sekitar 70% jenis kopi yang beredar di pasar dunia adalah kopi arabika. Disusul jenis kopi robusta menguasai 28%, sisanya adalah kopi liberika dan excelsa.

a. Kopi arabika

Kopi arabika (Coffea arabica) merupakan jenis kopi yang paling disukai karena rasanya dinilai paling baik. Jenis kopi ini disarankan untuk ditanam di ketinggian 1000-2100 meter dpl. Namun masih bisa tumbuh baik pada ketinggian diatas 800 meter dpl. Bila ditanam di dataran yang lebih rendah, jenis kopi ini sangat rentan terhadap penyakit HV.
Arabika akan tumbuh optimal pada kisaran suhu 16-20oC. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, kopi arabika membutuhkan bulan kering sekitar 3 bulan/tahun. Arabika mulai bisa dipanen setelah berumur 4 tahun. Dengan produktivitas rata-rata sekitar 350-400 kg/ha/tahun. Namun bila dipelihara secara intensif bisa menghasilkan hingga 1500-2000 kg/ha/tahun.
Apabila telah matang, buah arabika berwarna merah terang. Buah yang telah matang mudah sekali rontok, jika dibiarkan buah tersebut akan menyerap bau-bauan yang ada ditanah sehingga mutunya turun. Arabika sebaiknya dipanen sebelum buah rontok ke tanah. Rendemen atau prosentase antara buah yang panen dengan biji kopi (green bean) yang dihasilkan sekitar 18-20%.
Para petani kopi arabika biasa mengolah buah kopi dengan proses basah. Meski memerlukan biaya dan waktu lebih lama, tapi mutu biji kopi yang dihasilkan jauh lebih baik.

b. Kopi robusta

Kopi robusta (Coffea canephora) lebih toleran terhadap ketinggian lahan budidaya. Jenis kopi ini tumbuh baik pada ketinggian 400-800 m dpl dengan suhu 21-24oC. Buididaya jenis kopi ini sangat cocok dilakukan didataran rendah dimana kopi arabika rentan terhadap serangan penyakit HV. Dahulu setelah ada serangan penyakit HV yang masif, pemerintah kolonial mereplanting tanaman kopi arabika dengan kopi robusta.
Jenis kopi robusta lebih cepat berbunga dibanding arabika. Dalam waktu sekitar 2,5 tahun robusta sudah mulai bisa dipanen meskipun hasilnya belum optimal. Produktivitas robusta secara rata-rata lebih tinggi dibanding arabika yakni sekitar 900-1.300 kg/ha/tahun. Dengan pemeliharaan intensif produktivitasnya bisa ditingkatkan hingga 2000 kg/ha/tahun.
Untuk berbuah dengan baik, jenis kopi robusta memerlukan waktu panas selama 3-4 bulan dalam setahun dengan beberapa kali hujan. Buah robusta bentuknya membulat dan warna merahnya cenderung gelap. Buah robusta menempel kuat di tangkainya meski sudah matang. Rendemen kopi robusta cukup tinggi sekitar 22%.
Para penggemar kopi menghargai robusta lebih rendah dari arabika. Karena harganya yang murah, para petani seringkali mengolah biji kopi robusta dengan proses kering yang lebih rendah biaya.

c. Kopi liberika

Kopi liberika (Coffea liberica) bisa tumbuh dengan baik didataran rendah dimana robusta dan arabika tidak bisa tumbuh. Jenis kopi ini paling tahan pada penyakit HV dibanding jenis lainnya. Mungkin inilah yang menjadi keunggulan kopi liberika. Ukuran daun, percabangan dan tinggi pohon jenis kopi liberika lebih besar dari arabika dan robusta.
Kopi liberika mutunya dianggap lebih rendah dari robusta dan arabika. Ukuran buahnya tidak merata, ada yang besar ada yang kecil bercampur dalam satu dompol. Selain itu rendemen kopi liberika juga sangat rendah yakni sekitar 12%. Hal ini yang membuat para petani malas menanam jenis kopi ini.
Produtivitas jenis kopi liberika ada pada kisaran 400-500 kg/ha/tahun. Liberika dapat berbunga sepanjang tahun dan cabang primernya dapat bertahan lebih lama. Dalam satu buku bisa berbunga lebih dari satu kali. Di Indonesia, jenis kopi ini ditanam di daerah Jawa dan Lampung.

d. Kopi excelsa

Kopi excelsa (Coffea excelsa) merupakan salah satu jenis kopi yang paling toleran terhadap ketinggian lahan. Kopi ini bisa tumbuh dengan baik didataran rendah mulai 0-750 meter dpl. Selain itu, kopi excelsa juga tahan terhadap suhu tinggi dan kekeringan.
Pohon kopi excelsa bisa menjulang hingga 20 meter. Bentuk daunnya besar dan lebar dengan warna hijau keabu-abuan. Kulit buahnya lembut, bisa dikupas dengan mudah oleh tangan. Kopi excelsa memiliki produktivitas rata-rata 800-1.200 kg/ha/tahun. Kelebihan lain jenis kopi excelsa adalah bisa tumbuh di lahan gambut. Di Indonesia, excelsa ditemukan secara terbatas di daerah Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Jenis kopi lainnya

Berdasarkan penulusuran literatur, terdapat ribuan spesies kopi di dunia. Namun dalam perdagangan global hanya dikenal empat jenis saja seperti yang telah dijabarkan di atas. Adapun beberapa jenis lainnya adalah sebagai berikut:
Coffea dewevrei
Coffea khasiana
Coffea arnoldiana
Coffea salvatrix
Coffea abeokutae
Coffea congenis
Coffea wightiana
Coffea kapakata
Coffea bengalensis
Coffea stenophylla
Coffea traverncorensis
Coffea eugenioides
Coffea recemosa
Coffea zanguebariae
https://pastekan.com/ZR3USRyE                  https://ouo.io/akJ4gK         

https://pastekan.com/jEWAL                         https://ouo.io/akJ4gK

https://pastekan.com/lw0CH                         https://ouo.io/5nQuHW

                                                                            1.        https://pastekan.com/l1nyISN


                                                                                      http://infosehatku.club/aQ3qraMK9rE

                                                                                      https://ouo.io/7Xnfjf

https://dai.ly/x7bwyqg?start=420

tanam kopi dari biji

    Perbanyak tanaman kopi dengan biji


Keberhasilan budidaya tanaman kopi ditentukan oleh kualitas benihnya. Oleh karena itu pilih benih dari tanaman yang sudah diseleksi sehingga sifat unggulnya tidak tercemar. Tidak disarankan mengambil benih dari tanaman kopi yang keunggulannya tidak dapat diduga.
Secara umum terdapat dua macam cara untuk memperbanyak tanaman kopi, yakni perbanyakan generatif dan perbanyakan vegetatif. Perbanyakan generatif dilakukan dengan cara menyemaikan benih atau bijinya. Sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dengan setek, cangkok, okulasi dan kultur jaringan.
Memperbanyak tanaman kopi secara generatif cukup mudah dan sederhana. Keunggulan teknik ini adalah praktis, mudah dilakukan secara massal, benih mudah untuk didistribusikan dan disimpan. Keunggulan lainnya akar tunjang hasil perbanyakan biji akan tumbuh sempurna sehingga tanaman kopi yang dihasilkan lebih kokoh. Sedangkan kelemahannya adalah sifat tanaman kopi yang dihasilkan kurang seragam dan jangka waktu dari mulai menanam hingga berbuah relatif lebih lama.

Menyeleksi benih tanaman kopi

Benih yang baik bisa didapatkan dengan cara membeli di toko benih atau balai penelitian perkebunan yang memiliki koleksi indukan tanaman kopi. Bila tidak memungkinkan kita bisa menyeleksi benih sendiri. Untuk menyeleksi benih kopi dimulai dengan memilih tanaman induk, pilih tanaman yang paling produktif. Tanaman tersebut harus dalam keadaan sehat, tahan terhadap serangan hama dan serangan penyakit. Tanaman induk sebaiknya diambil dari tanaman hasil persilangan pertama.
Dari tanaman tanaman induk yang telah terpilih, petik buah kopi yang berwarna merah dan telah masak. Buah yang belum masak dengan sempurna akan beresiko tidak tumbuh karena belum mempunyai cadangan nutrisi yang cukup untuk proses perkecambahan. Setelah buah dipetik, lakukan sortasi dengan hanya memilih buah superior yang telah masak sempurna, mulus, tidak cacat, tidak berpenyakit dan memiliki ukuran normal.

Penanganan benih kopi

Tahap ini dilakukan untuk benih yang diseleksi sendiri. Setelah mendapatkan buah kopi yang memenuhi persyaratan sebagai benih, lakukan penanganan benih sebagai berikut:
  • Kupas kulit buah tanpa mengupas kulit tanduk, caranya bisa dengan dimasukkan kedalam kain karung dan celupkan dalam air hingga basah semua, kemudian angkat dan diinjak-injak. Kemudian cuci biji tersebut hingga bersih, untuk menghilangkan lendirnya gosok dengan abu.
  • Lakukan sortasi terhadap berat, bentuk dan ukuran benih. Untuk menyeleksi berat, rendam dalam air dan buang biji yang mengapung. Untuk menyeleksi bentuk, pilih bentuk buah kopi yanng sempurna, tidak cacat dan bukan biji lanang. Untuk menyeleksi ukuran, pilih ukuran biji yang seragam, tidak terlalu besar atau kecil.
  • Kemudian kering anginkan biji-biji tersebut selama 1-2 hari. Hindari sinar matahari secara langsung. Setelah itu rendam dalam fungisida sekitar 5 menit, jangan lupa baca aturan pakai fungisida sesuai merek.
  • Apabila benih akan disimpan, pilih tempat yang gelap, kering dan sejuk. Penyimpanan bisa menurunkan kemampuan tumbuh benih kopi. Benih yang baru memiliki kemungkinan tumbuh 100-90%, setelah 6 bulan disimpan turun menjadi 70-60%.

Perkecambahan benih kopi

Hal pertama yanng harus disiapkan adalah media persemaian, pilih tempat yang ternaungi pohon peneduh. Buat bedengan dengan lebar satu meter, panjangnya menyesuaikan. Lapisi bedengan dengan pasir halus setebal 5-10 cm.Untuk menghindari jamur, taburi dengan furadan atau siram dengan fungisida secukupnya.
Benamkan benih kopi secara berbaris dengan kedalaman 0,5-1 cm. Jarak tanam untuk benih kopi adalah 5 cm antar larik dan 3 cm antar baris dalam larikan (3×5). Benamkan benih kopi dengan bagian punggung menghadap ke atas. Benih kopi bisa ditanam dengan lapisan tanduk atau tanpa lapisan tanduk. Agar lebih cepat, sebagian orang melepas lapisan tanduknya. Kemudian berikan potongan jerami atau alang-alang sebagai mulsa untuk menjaga kelembaban areal tanam.
Siram bedengan sebanyak 2 kali sehari, pagi dan sore. Di dataran tinggi yang bersuhu sejuk, benih kopi akan berkecambah pada umur 4-8 minggu, sedangkan di dataran rendah yang panas 3-4 minggu sudah mulai berkecambah. Kecambah baru bisa dipindahkan apabila sudah mencapai fase kepelan, cirinya telah keluar dua keping daun. Sebelum mencapai fase kepelan akan mengalami fase serdadu, kecambah dengan kepala seperti biji bulat. Pada fase ini kecambah seperti berhenti tumbuh selama satu bulan sebelum keping daun keluar. Biasanya kepelan akan keluar pada umur kecambah 2-3 bulan.

Pemindahan bibit ke polybag

Siapkan tempat pembibitan, buat naungan beratapkan paranet satu lapis untuk mencegah terik matahari dan air hujan secara langsung. Kemudian siapkan polybag, isi dengan media tanam terdiri dari pasir, kompos dan tanah dengan perbandingan 1:2:1. Letakkan polybag dalam tempat pembibitan.
Pindahkan kecambah yang sudah pada tahap kepelan kedalam polybag. Cara memindahkan kecambah adalah dengan mencungkil dengan beserta tanahnya, bukan mencabut akarnya. Pencabutan dikhawatirkan akan merusak perakaran tanaman kopi yang baru tumbuh. Pada tahap ini juga bisa dilakukan sortasi benih, pilih kecambah yang berakar lurus. Akar kecambah yang tidak lurus biasanya akan tumbuh kerdil. Kecambah yang terlihat kerdil dan tidak lurus sebaiknya dibuang saja.
Tahap selanjutnya adalah perawatan bibit tanaman kopi. Lakukan penyiraman tanaman sebanyak 1-2 kali sehari, tergantung kelembaban tanah. Pemupukan susulan minimal dilakukan pada bulan ke-3 dan ke-5. Bibit tanaman kopi bisa ditanam ke areal perkebunan setelah berumur 8-9 bulan.



                                                                           

https://dai.ly/x7bwyqg?start=420

Panduan budidaya kopi

                           

       Panduan budidaya kopi




Kopi merupakan komoditas perkebunan yang paling banyak diperdagangkan. Pusat-pusat budidaya kopi ada di Amerika Latin, Amerika Tengah, Asia-pasifik dan Afrika. Sedangkan konsumen kopi terbesar ada di negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Wajar bila komoditas ini sangat aktif diperdagangkan.
Kopi merupakan tanaman tahunan yang bisa mencapai umur produktif selama 20 tahun. Untuk memulai usaha budidaya kopi, pilihlah jenis tanaman kopi dengan cermat. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kopi diantranya jenis tanaman, teknik budidaya, penanganan pasca panen dan Pemasaran produk akhir.

Pemilihan jenis dan varietas

Tanaman kopi sangat banyak jenisnya, bisa mencapai ribuan. Namun yang banyak dibudidayakan hanya empat jenis saja yakni arabika, robusta, liberika dan excelsa. Masing-masing jenis tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. Untuk lebih detailnya silahkan baca mengenal jenis-jenis kopi budidaya.
Memilih jenis tanaman untuk budidaya kopi, harus disesuaikan dengan tempat atau lokasi lahan. Lokasi lahan yang terletak di ketinggian lebih dari 800 meter dpl cocok untuk ditanami arabika. Sedangkan dari ketinggian 400-800 meter bisa ditanami robusta. Budidaya kopi didataran rendah bisa mempertimbangkan jenis liberika atau excelsa.
Selain dari sisi teknis budidaya, hal yang patut dipertimbangkan adalah harga jual produk akhir. Kopi arabika cenderung dihargai lebih tinggi dari jenis lainnya. Namun robusta memiliki produktivitas yang paling tinggi, rendemennya juga tinggi.

Penyiapan bibit budidaya kopi

Setelah memutuskan budidaya kopi yang cocok, langkah selanjutnya adalah mencari bibit yang unggul, menyiapkan lahan dan pohon peneduh. Informasi mengenai bibit unggul untuk budidaya kopi bisa ditanyakan ke Puslit Kopi dan Kakao atau toko bibit terpercaya. Sementara itu, pohon peneduh harus sudah disiapkan setidaknya 2 tahun sebelum budidaya kopi dilaksanakan.
Untuk budidaya kopi arabika sumber tanaman yang digunakan adalah varietas. Contohnya adalah varietas S 795, USDA 762, Kartika-1 dan Kartika-2. Sedangkan untuk budidaya kopi robusta sumber tanaman yang digunakan dalah klon. Contohnya klon BP 42 atau BP 358.
Perbanyakan bibit pohon kopi bisa didapatkan dengan teknik generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif dari biji biasanya digunakan untuk budidaya kopi arabika, sedangkan kopi robusta lebih sering menggunakan perbanyakan vegetatif dengan setek. Masing-masing metode perbanyakan bibit mempunyai keunggulan dan kelemahan sendiri-sendiri. Lebih detailnya silahkan baca artikel terdahulu tentang perbanyakan bibit kopi dengan biji dan perbanyakan bibit kopi dengan setek.

Penyiapan lahan dan pohon peneduh

Budidaya kopi bisa dilakukan baik didataran tinggi maupun rendah, tergantung dari jenisnya. Secara umum kopi menghendaki tanah gembur yang kaya bahan organik. Untuk menambah kesuburan berikan pupuk organik dan penyubur tanah di sekitar area tanaman. Arabika akan tumbuh baik pada keasaman tanah 5-6,5 pH, sedangkan robusta pada tingkat keasaman 4,5-6,5 pH.
Hal yang harus disiapkan sebelum memulai budidaya kopi adalah menanam pohon peneduh. Guna pohon peneduh untuk mengatur intensitas cahaya matahari yang masuk. Tanaman kopi termasuk tumbuhan yang menghendaki intensitas cahaya mataheri tidak penuh.
Jenis pohon peneduh yang sering digunakan dalam budidaya kopi adalah dadap, lamtoro dan sengon. Pilih pohon pelindung yang tidak membutuhkan banyak perawatan dan daunnya bisa menjadi sumber pupuk hijau.
Pohon pelindung jenis sengon harus ditanam 4 tahun sebelum budidaya kopi. Sedangkan jenis lamtoro bisa lebih cepat, sekitar 2 tahun sebelumnya. Tindakan yang diperlukan untuk merawat pohon pelindung adalah pemangkasan daun dan penjarangan.

Penanaman bibit kopi

Apabila lahan, pohon peneduh dan bibit sudah siap, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam di areal kebun. Jarak tanam budidaya kopi yang dianjurkan adalah 2,75×2,75 meter untuk robusta dan 2,5×2,5 meter untuk arabika. Jarak tanam ini divariasikan dengan ketinggian lahan. Semakin tinggi lahan semakin jarang dan semakin rendah semakin rapat jarak tanamnya.
Buat lubang tanam dengan ukuran 60x60x60 cm, pembuatan lubang ini dilakukan 3-6 bulan sebelum penanaman. Saat penggali lubang tanam pisahkan tanah galian bagian atas dan tanah galian bagian bawah. Biarkan lubang tanam tersebut terbuka. Dua bulan sebelum penanaman campurkan 200 gram belerang dan 200 gram kapur dengan tanah galian bagian bawah. Kemudian masukkan kedalam lubang tanam. Sekitar 1 bulan sebelum bibit ditanam campurkan 20 kg pupuk kompos dengan tanah galian atas, kemudian masukkan ke lubang tanam.
Kini bibit kopi siap ditanam dalam lubang tanam. Sebelumnya papas daun yang terdapat pada bibit hingga tersisa ⅓ bagian untuk mengurangi penguapan. Keluarkan bibit kopi dari polybag, kemudian gali sedikit lubang tanam yang telah dipersiapkan. Kedalaman galian menyesuaikan dengan panjang akar. Bagi bibit yang memiliki akar tunjang usahakan agar akar tanaman tegak lurus. Tutup lubang tanam agar tanaman berdiri kokoh, bila diperlukan beri ajir untuk menopang tanaman agar tidak roboh.

Perawatan budidaya kopi

Langkah yang diperlukan untuk pemeliharaan budidaya kopi adalah penyulaman, pemupukan pemangkasan dan penyiangan. Berikut penjelasannya:

a. Peyulaman

Setelah bibi ditanam di areal kebun, periksa pertumbuhan bibit tersebut setidaknya seminggu dua kali. Setelah bibit berumur 1-6 bulan periksa sedikitnya satu bulan sekali. Selama periode pemeriksaan tersebut, bila ada kematian pada pohon kopi segera lakukan penyulaman. Penyulaman dilakukan dengan bibit yang sama. Lakukan perawatan yang lebih instensif agar tanaman penyulam bisa menyamai pertumbuhan pohon lainnya.

b. Pemupukan

Pemberian pupuk untuk budidaya kopi bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk buatan. Pupuk organik bisa didapatkan dari bahan-bahan sekitar kebun seperti sisa-sisa hijauan dari pohon pelindung atau kulit buah kopi sisa pengupasan kemudian dibuat menjadi kompos. Kebutuhan pupuk untuk setiap tanaman sekitar 20 kg dan diberikan sekitar 1-2 tahun sekali.
Cara memberikan pupuk dengan membuat lubang pupuk yang mengitari tanaman. Kemudian masukkan kompos kedalam lubang pupuk tersebut. Bisa juga dicampurkan pupuk buatan kedalam kompos. Untuk tanah yang asam dengan pH dibawah 4,5 pemberian pupuk dicampur dengan setengah kilogram kapur. Pemerian kapur dilakukan 2-4 tahun sekali.
Untuk memperkaya bahan organik areal perkebunan bisa ditanami dengan tanaman penutup tanah. Tanaman yang biasa dijadikan penutup tanah dalam budidaya kopi diantaranya bunguk (Mucuna munanease) dan kakacangan (Arachis pintol). Tanaman penutup tanah berfungsi sebagai pelindung dan penyubur tanah, selain itu hijauannya bisa dijadikan sumber pupuk organik.

c. Pemangkasan pohon

Terdapat dua tipe pemangkasan dalam budidaya kopi, yaitu pemangkasan berbatang tunggal dan pemangkasan berbatang ganda. Pemangkasan berbatang tunggal lebih cocok untuk jenis tanaman kopi yang mempunyai banyak cabang sekunder semisal arabika. Pemangkasan ganda lebih banyak diaplikasikan diperkebunan rakyat yang menanam robusta. Pemangkasan ini lebih sesuai pada perkebunan di daerah dataran rendah dan basah.
Berdasarkan tujuannya, pemangkasan dalam budidaya kopi dibagi menjadi tiga macam yaitu:
  • Pemengkasan pembentukan, bertujuan membentuk kerangka tanaman seperti bentuk tajuk, tinggi tanaman dan tipe percabangan.
  • Pemangkasan produksi, bertujuan memangkas cabang-cabang yang tidak produktif atau cabang tua. Hal ini dilakukan agar tanaman lebih fokus menumbuhkan cabang yang produktif. Selain itu, pemangkasan ini juga untuk membuang cabang-cabang yang terkena penyakit atau hama.
  • Pemangkasan peremajaan, dilakukan pada tanaman yang telah mengalami penurunan produksi, hasil kuranng dari 400 kg/ha/tahun atau bentuk tajuk yang sudah tak beraturan. Pemangkasan dilakukan setelah pemupukan untuk menjaga ketersediaan nutrisi.

d. Penyiangan gulma

Tanaman kopi harus selalu bersih dari gulma, terutama saat tanaman masih muda. Lakukan penyiangan setiap dua minggu, dan bersihkan gulma yang ada dibawah tajuk pohon kopi. Apabila tanaman sudah cukup besar, pengendalian gulma yang ada diluar tajuk tanaman kopi bisa memanfaatkan tanaman penutup tanah. Penyiangan gulma pada tanaman dewasa dilakukan apabila diperlukan saja.

Hama dan penyakit

Lahan budidaya kopi yang terserang hama dan penyakit akan mengalami penurunan produktivitas, kualitas mutu kopi dan bahkan kematian tanaman. Beberapa hama dan penyakit yang umum menyerang tanam kopi adalah sebagai berikut:
  • Hama penggerek buah kopi. Menyerang tanaman muda maupun tua. Akibat serangan buah akan berguguran atau perkembangan buah tidak normal dan membusuk. Pengendalian bisa hama ini adalah dengan meningkatkan sanitasi kebun, pemapasan pohon naungan, pemanenan buah yang terserang, dan penyemprotan kimia.
  • Penyakit karat daun (HV). Biasanya menyerang tanaman arabika. Gejala serangannya bisa dilihat dari permukaan daun yang mengalami bercak kuning, semakin lama menjadi kuning tua. Bisa dihindari dengan menanam kopi arabika diatas ketinggian 1000 meter dpl. Pengendalian lainnya bisa dilakukan dengan penyemprotan kimia, memilih varietas unggul, dan kultur teknis.
  • Penyakit serangan nematoda. Banyak ditemui di sentra-sentra perkebunan kopi robusta. Serangan ini bisa menurunkan produksi hingga 78%. Pengendalian penyakit ini bisa dilakukan dengan menyambung tanaman dengan batang bawah yang tahan nematoda.
Untuk lebih detail mengenai hama dan penyakit pada tanaman kopi silahkan baca artikel pengendalian hama dan penyakit kopi.

Panen dan pasca panen

Tanaman yang dibudidayakan secara intensif sudah bisa berbuah pada umur 2,5-3 tahun untuk jenis robusta dan 3-4 tahun untuk arabika. Hasil panen pertama biasanya tidak terlalu banyak, produktivitas tanaman kopi akan mencapai puncaknya pada umur 7-9 tahun.
Panen budidaya kopi dilakukan secara bertahap, panen raya bisa terjadi dalam 4-5 bulan dengan interval waktu pemetikan setiap 10-14 hari. Pemanenan dan pengolahan pasca panen akan menentukan mutu produk akhir. Selanjutnya silahkan baca artikel cara memanen buah kopi dan proses pengolahan biji kopi.





Sunday, June 16, 2019

8 cara menyeduh kopi

                               8 cara menyeduh kopi

1.) Cold Water Method

Pembuatan kopi dengan metode cold water ini juga biasa disebut dengan cold brew coffee (kopi dingin). Kopi dingin ini juga sudah mulai banyak diracik di beberapa kedai kopi di Indonesia. Racikan yang dihasilkan di setiap kedai kopi juga punya rasa yang berbeda-beda, tergantung dari kreativitas baristanya. Cara ini hanya cocok bagi mereka yang bisa sangat sabar menunggu kopinya siap, karena kopi ini harus didiamkan kurang lebih selama 12 jam terlebih dahulu sebelum siap disajikan. Tapi ada sebagian orang yang menganggap kalau kopi dingin ini ramah bagi Anda yang memiliki perut yang sensitif dengan asam kopi. Kopi ini juga bisa disajikan panas, dengan es batu, atau dicampur dengan es krim atau bahan-bahan lain seperti cokelat.

2.) Neapolitan Flip


Pada dasarnya cara yang digunakan dalam Neapolitan Flip ini tidak jauh berbeda dengan metode Drip karena sama-sama menggunakan alat penyaring untuk memisahkan ampas kopi. Alat yang digunakan berbentuk dua buah tabung yang saling berhimpitan dan pada bagian tengahnya terdapat saringan yang nantinya akan menjadi pemisah antara ampas kopi dengan sari kopinya.
Cara pembuatan:
Pertama, Anda isi saringan yang berada di antara tabung atas dan tabung bawah dengan bubuk kopi, setelah itu isi dan didihkan air pada tabung bagian bawah, nanti kalau airnya sudah mulai mendidih, balikkan posisi alat tersebut sampai air pada tabung bagian bawah akan masuk ke tabung bagian atas melalui saringan yang sudah diisi dengan bubuk kopi.



3.) Single Serve Coffee Machine

Ya sesuai dengan namanya, Single Serve Coffee Machine ini dibuat bagi mereka yang menyukai hal-hal praktis. Kita tidak perlu bersusah payah menghitung takaran kopi bubuk yang pas karena kopi bubuknya sendiri sudah dikemas di dalam sebuah kemasan yang sesuai dengan takaran untuk bisa membuat secangkir kopi yang disebut dengan coffee pod. Caranya itu cukup simpel, dengan memasukkan kopi bubuk kemasan itu ke dalam mesin kopi dan didihkan seperti cara memakai mesin Espresso.

4.) Vietnam Drip

Kita mungkin sudah sering melihat kopi Vietnam Drip hampir di seluruh kedai kopi yang kita singgahi. Seperti Indonesia, Vietnam juga menjadi salah satu negara penghasil kopi di kawasan Asia Tenggara. Minuman kopi asal Vietnam yang sekarang ini sudah populer di Indonesia ini adalah salah satu jenis penyajian yang bisa dibilang paling mudah dan paling bisa diterima karena menggunakan susu kental manis yang bisa menyamarkan rasa pahit kopi, tapi tidak menghilangkan citarasa asli kopi itu sendiri.
Cara Pembuatan:
Pertama, siapkan 17-20 gram kopi bubuk yang sudah digiling dengan skala medium. Kemudian panaskan air kurang lebih 88 derajat celcius. Siapkan susu kental manis sebanyak dua sendok makan atau lebih (sesuai dengan selera). Masukkan susus kental manis pada cangkir transparan. Setelah itu letakkan metal cup diatas cangkir. Lalu masukkan kopi ke wadah dasar metal cup Vietnamese Dripper. Langkah terakhir itu tuangkan air panas sampai batas atas cangkir (kira-kira 45-50ml).

5.) Moka pot


Salah satu metode pembuatan kopi selanjutnya itu adalah Moka Pot. Moka Pot ini lebih rumit daripada Vietnam Drip, karena melibatkan tekanan dan panas untuk bisa mengeluarkan sari pati kopi sehingga alat ini menghasilkan espresso. Kopi yang dihasilkan oleh Moka Pot ini lebih kuat rasa pahitnya, rasa asamnya pun tidak sekuat saat menggunakan Vietnam Drip. Jadi kalau Anda ingin membuat kopi espresso, tidak perlu membeli mesin espresso, dengan menggunakan Moka Pot saja sudah cukup. Selain itu, Moka Pot Sendiri memiliki takaran dalam bentuk beberapa cangkir. Moka Pot untuk 2 cup espresso, artinya kalau saringan dipenuhi dengan bubuk kopi makan Moka Pot bisa menghasilkan 2 cangkir espresso.
Cara Pembuatan:
Air dimasukkan ke dalam bejana penampung air di bagian bawah. Bubuk kopi diletakkan ke dalam saringan, kemudian dikaitkan ke teko di atasnya. Moka Pot kemudian diletakkan di atas kompor, sehingga kopi akan naik ke dalam teko karena tekanan.

6.) Aeropress

Bukan hanya dari tampilannya saja yang terlihat futuristik dan ramah, Aeropress ini adalah salah satu cara termudah untuk membuat kopi yang nikmat dan berkualitas tinggi. Tidak heran kalau Aeropress merupakan salah satu manual brewer terpopuler di dunia, termasuk di Indonesia. Tren teknik Aeropress yang biasa digunakan oleh para barista adalah dengan diputar-balik (upside-down), dosis kopi yang banyak, ekstraksi singkat, dan juga beberapa kali stirring (pengadukan). Kopi yang dibuat dengan menggunakan metode Aeropress ini juga bisa mengalami blooming untuk membuat citarasa kopi yang khas dan nikmat.


7.) Clever Dripper

Salah satu metode sederhana dalam proses pembuatan kopi adalah Clever Dripper. Metode ini juga dikenal dengan sebutan Cone Pour Over karena bentuknya yang kerucut dan menggunakan tambahan filter kertas. Alat ini merupakan sebuah gabungan ekstraksi kopi antara ‘pour over’ dengan ‘french press’. Jadi pada intinya, ‘Clever’ itu metode gabungan antara ‘french press’ dengan ‘drip’, salah satu cara brewing yang cukup populer, khususnya di Amerika. Mungkin disebut dengan ‘Clever’ karena dianggap “pandai”, karena alat sederhana ini akan secara otomatis mengalirkan hasil brewing saat dudukannya diletakkan diatas cangkir. Merendam kopi seperti pada cara ‘french press’ sekaligus memberikan kontrol terhadap si pengguna kapan waktunya menghentikan proses brewing.



8.) ROK Presso

Para produsen peralatan kopi dari waktu ke waktu selalu menciptakan berbagai macam alternatif alat pembuatn kopi dengan berbagai inovasi kreatif dan juga memberikan kebebasan kepada konsumen alat yang paling cocok untuk digunakan, salah satunya yaitu Presso. Pada dasarnya, Presso ini adalah alat pembuat espresso. Presso ini memiliki beberapa kelebihan, seperti penggunaannya yang tidak memerlukan listrik, ramah lingkungan, dan juga harganya yang relatif terjangkau.


https://pastekan.com/ZR3USRyE

https://pastekan.com/jEWAL

https://pastekan.com/lw0CH

https://pastekan.com/UY9I6p

https://pastekan.com/quSTBNXc

https://pastekan.com/mAFH0Zuv


https://pastekan.com/iHtYb


loading...
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com